Kamis, 21 Oktober 2010

Review StarCraft II: Wings of Liberty



Review StarCraft II: Wings of LibertyGame terbaru besutan Activision dan Blizzard yang termasuk dalam kategoti Strategy Game, StarCraft II: Wings of Liberty , saat ini sudah mulai di gandrungi oleh para gamers di seluruh dunia. Saat ini di Indonesia sendiri, StarCraft II: Wings of Liberty sudah mulai banyak di mainkan. Walaupun harga dari StarCraft II: Wings of Liberty sendiri mencapai Rp.700.000,- n namun tidak menyurutkan minat para pemainnya untuk dapat menikmati game tersebut.

StarCraft II: Wings of Liberty besutan Activision dan Blizzard ini dalam pengembangannya menghabiskan dana sekitar US$ 100 juta atau sekitar Rp 950 miliar. Dana sebesar itu rela dikeluarkan untuk mengembangkan game StarCraft yang sekitar 12 tahun yang lalu sudah ada. Didalam StarCraft II: Wings of Liberty ini, banyak hal baru yang dikembangkan. Mulai dari segri grafis yang sangat sempurna melebihi Starcraft yang pertama di tambah dengan berbagai fitur baru yang banyak tersedia.Di StarCraft II, pemain veteran StarCraft akan bisa segera merasakan suasana yang familiar.

Namun ada berita lain dari hebohnya peluncuran game StarCraft II: Wings of Liberty. Karena game StarCraft II: Wings of Liberty disinyalir bisa merusak kinerka komputer dan membuat kartu grafis komputer menjadi cepat panas. Namun para gamers tidak perlu panik akan masalahitu. Karena saat ini sudah ada solusinya. Seperti saya kutip daro Detik:

Solusinya, pemain hanya perlu mengedit sedikit file variables.txt yang terledak di folder ‘DocumentsStarCraft II Beta’ dengan menambakan string:

frameratecapglue=30
frameratecap=60

Namun sampai saat ini, belum ada tanggapan ataupun konfirmasi dari pihak Blizzard. Namun banyak yang menganggap solusi di atas mampu untuk mengurangi dan menanggulangi cepat panasnya kartu grafis para pemain StarCraft II: Wings of Liberty.

Dan berikut ini adalah System requirements untuk dapat memainkan game StarCraft II: Wings of Liberty.
PC Minimum System Requirements*:

  • Windows® XP/Windows Vista®/Windows® 7 (Updated with the latest Service Packs) with DirectX® 9.0c
  • 2.6 GHz Pentium® IV or equivalent AMD Athlon® processor
  • 128 MB PCIe NVIDIA® GeForce® 6600 GT or ATI Radeon® 9800 PRO video card or better
  • 12 GB available HD space
  • 1 GB RAM (1.5 GB required for Windows Vista®/Windows® 7 users)
  • DVD-ROM drive
  • Broadband Internet connection
  • 1024X720 minimum display resolution

PC Recommended Specifications:

  • Windows Vista®/Windows® 7
  • Dual Core 2.4Ghz Processor
  • 2 GB RAM
  • 512 MB NVIDIA® GeForce® 8800 GTX or ATI Radeon® HD 3870 or better

*Note: Due to potential programming changes, the Minimum System Requirements for this game may change over time.

Lainnya :

starcraft 2 review , hal baru di star craft 2 , StarCraft 2 Wings of Liberty , starcraft ii wings of liberty
READ MORE - Review StarCraft II: Wings of Liberty

Review Transformers: War for Cybertron

Cuma ada satu kata, game ini: KEREN!

Kovernya keren!

Dan kalau beli jangan lupa pilih kover versi aslinya. Kenapa sih para pembajak suka ngasih kover bikinan sendiri?

Di Transformers: War for Cybertron ini, kita akan bermain sebagai Decepticon maupun Autobot ketika mereka masih saling bertempur di planet lama mereka, Cybertron. Game ini terbagi dalam 10 chapter, 5 chapter awal menceritakan tentang penyerangan Decepticon ke kota-kota dan 5 chapter akhir menceritakan perjuangan terakhir Autobot.

Pada setiap misi Anda akan dapat memilih 1 dari 3 karakter yang tersedia, dan karakter yang tidak Anda gunakan akan menemani selama permainan. Sebenernya sih ada fitur co-op 3 orang, tapi harus online. Ngeselin juga. Ada 4 jenis class yang dimiliki tiap karakter: Leader dengan skill status buff-nya, Soldier dengan skill offensive-nya, Scout yang skill-nya bervariasi, dan Scientist yang punya skill heal.


Gameplay game ini juga nggak ribet, seperti kebanyakan game third-person shooter. Ada variasi senjata yang lumayan, musuh dimana-mana, sedikit puzzle, dan sebagainya. Sebagai seorang

(emang robot orang?) Transformer, tentu karakter-karakter yang dapat Anda gunakan dibekali dengan kemampuan berubah wujud menjadi kendaraan kapan pun di saat yang diperlukan. Ada yang jadi tank, mobil, truk maupun pesawat dan tiap kendaraan punya skill dan senjata yang beda-beda juga. Pesawat bisa barrel-roll dengan bersenjatakan misil dan

machine-gun, truk bisa dash dengan senjata roket, dan sebagainya.

Tapi yang membuat game ini berbeda dan keren bukan cuma itu. Pertama, dengan cerita dan desain karakter yang mengakar pada cerita Transformers awal, game ini cocok untuk penggemar Transformers lama maupun baru. Permainan yang cukup simpel juga menjadi poin plus, dimana kita cukup bergerak kesana-kemari, lawan musuh, dan tidak perlu repot mencari cover karena dalam game ini tidak ada cover system. Yep, benar. Transformers: War for Cybertron menggunakan gameplay third-person shooter lama yang simpel. Dan Anda tidak akan merasa kehilangan karena pertempuran-pertempuran yang terjadi cukup intense, fluid, dan cepat. Itu merupakan alasan kedua. Kemampuan High Moon Studios dalam menceritakan ulang pertempuran di Cybertron ini juga patut diacungi jempol. Tidak ada adegan yang tersia-sia, semua hal baik hubungan antar karakter hingga hal-hal penting berhasil dikemas dengan baik dan tetap memberikan service-service pada penggemar lama. Jangan lupa pada detil kecil seperti pergerakan bagian-bagian mesin karakter-karakter yang membuat dunia game ini tampak hidup.

Dengan jangka waktu permainan mencapai 10 jam, Transformers: War for Cybertron merupakan game yang wajib dibeli oleh baik penggemar setia Transformers, penggemar genre shooter, maupun gamer iseng dengan syarat Anda dapat memaafkan hal ini: KENAPA SOUNDWAVE NGGA BERUBAH JADI RADIO??!!!

‘canda

————————

Score:

Gameplay: 8.5 (Cepat dan fluid walau tanpa cover system)

Graphic: 9.0 (Mantab)

Story: 8.0 (Mampu memperkenalkan pada gamer baru dan tetap fresh)

Music & Sound: 8.0 (Lumayan bagus!)

Replay Value: 7.5 (Seru!)

Overall: 8.5 (Why Soundwave… WHY?!!)


Sumber : http://stoplayingame.wordpress.com

READ MORE - Review Transformers: War for Cybertron

Rabu, 13 Oktober 2010

AME Crysis 2, Lengkapi Fitur Terbaru

Game First Person Shooter (FPS) dengan tema fiksi ilmiah, Crysis, memang disambut baik oleh para gamer. Game terbitan 2007 ini memang memiliki kualitas grafis yang luar biasa.

Crysis 2

Kini, Crytek tengah disibukkan kembali dengan penggarapan Crysis 2. Tak ubahnya dengan versi terdahulu, game ini pun kembali mengedepankan kualitas grafis dan beberapa fitur tambahan yang dibanggakan oleh Crytek.

Berbeda dengan game sebelumnya, Crysis 2 akan menempatkan pemain dalam pertempuran di lokasi padat penduduk, tepatnya di Kota New York.

Seperti dilansir dari Videogame Blog, Selasa, (2/2/2010), tidak hanya hadir dengan engine grafis anyar -- CryEngine 3 -- karakter dalam game ini juga memiliki baju tempur yang baru yakni, Nano Suit 2.

Sedikit berbeda dengan Nano Suit sebelumnya, perlengkapan canggih tersebut memiliki fitur baru bernama Tactics. Modus baru itu akan membantu pemain untuk mengamati lingkungan sekitar, mulai keberadaan musuh hingga menemukan tentara yang telah tewas.

Meski belum ada tanggal resmi peluncuran Crysis 2, namun dapat dipastikan game ini bakal beredar pada tahun 2010. Bahkan game ini juga sempat dicalonkan sebagai salah satu game dengan grafis paling memukau.
READ MORE - AME Crysis 2, Lengkapi Fitur Terbaru

10 Hewan Terunik di Dunia

1. Hewan Gabungan Burung, Reptil, dan Mamalia

Hewan bernama platypus ini memiliki beberapa keunikan seperti memiliki moncong bebek, kaki berselaput, dan bertelur seperti reptil. Satu keanehan yang mungkin belum banyak orang tahu adalah platypus jantan dapat menyalurkan racun dari sejumlah bagian di tungkai kakinya.

2. Mata Cumi-Cumi Sebesar Piring Makan

Sejumlah ilmuwan memancing seekor cumi-cumi raksasa (colossal squid) di perairan Selandia Baru pada tahun 2008. Mereka menemukan fakta bahwa mata hewan laut tersebut berukuran sebesar piring makan. Ini menjadikan mata cumi-cumi raksasa sebagai mata hewan terbesar di dunia. Colossal squids dapat tumbuh hingga sebesar 46 kaki dan mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan pengisap dan pengait. Para ilmuwan meyakini hewan agresif ini mampu menyelam hingga kedalaman 6.500 kaki.

3. Primata Berjari Tengah Ekstra Panjang

Hewan bernama aye-aye ini memiliki ciri mata besar, telinga mirip kelelawar, dan berjari tengah ekstra panjang. Jari tengah ini digunakan primata tersebut untuk mencungkil makanan dari celah-celah pohon. Sejumlah ilmuwan asal Duke University di Amerika Serikat mengatakan aye-aye dapat dijadikan petunjuk untuk menguak misteri evolusi visi warna pada makhluk hidup.

4. Tikus Tanah Bermoncong Bintang

Dengan 22 tentakel mini di moncong bintangnya, tikus tanah ini mampu mendeteksi dan mencerna makanan lebih cepat dari kedipan mata manusia. Ya, sangat cepat. Hanya sepersekian detik. Hewan menakjubkan ini tinggal di rawa-rawa dan daerah basah lain di sekitar wilayah pantai timur Amerika Utara.

5. Hewan Evolusioner Dunia

Selain dapat tidur dalam tanah bertahun-tahun tanpa air dan makanan, katak bawah tanah asal Meksiko ini memiliki keunikan lain. Program konservasi global bernama EDGE of Existence mengklasifikasikan hewan ini sebagai hewan evolusioner dunia. Pasalnya, hewan ini hampir tidak memiliki hubungan kemiripan genetik dengan makhluk hidup apa pun di dunia.

6. Kepiting “Yeti " Hewan raksasa legenda masyarakat Nepal dan Tibet ini disebut-sebut menghuni salah satu wilayah pegunungan tertinggi di dunia, Himalaya. Diambil dari nama yang sama, hewan yang diberi nama resmi Kiwa hirsute pada 2005 ini memiliki bulu halus berwarna kuning di kedua capitnya. Ilmuwan menduga capit tersebut digunakan untuk mendeteksi makanan dan mencari pasangan.

7. Paus “Unicorn”

Paus unicorn. Paus ini memiliki gigi mencuat layaknya tanduk unicorn, hewan mistis dunia khayalan. Hewan berbobot sekitar 2.200 hingga 3.500 pon ini memiliki tanduk sepanjang delapan kaki yang mencuat dari sisi kiri rahang bagian atas. Belum lama ini, sejumlah ilmuwan mengetahui tanduk tersebut dilengkapi sejumlah sel saraf super sensitif yang diduga kuat berfungsi mengetahui kadar garam dalam air dan untuk mencari makan.

8. Kelelawar Berkaki Pengisap

Ilmuwan telah menemukan spesies kelelawar baru bernama Myzopoda schliemanni di Kepulauan Madagaskar, pada tahun 2007. Hewan berkaki pengisap yang mampu menempel pada pohon berdaun lebar seperti pohon palem ini berkerabat dekat dengan Myzopoda aurita yang hidup di daerah lembab. Ilmuwan terkejut dengan kemampuan hewan ini karena ia mampu hidup di daerah kering seperti benua Afrika. Padahal, wilayah hutan perawan di benua tersebut hanya tersisa delapan persen.

9. Mickey Mouse padang pasir

Sejumlah ahli biologi mengeluarkan rekaman video seekor hewan pengerat unik bernama long-eared jerboa pada 2007. Hewan yang kerap disebut Mickey Mouse padang pasir ini memiliki telinga yang lebih besar dari kepalanya dan kaki yang mampu melompat seperti kanguru. The International Union for Conservation of Nature kini menetapkan status terancam punah pada hewan ini. Salah ancaman nyata atas long-eared jerboa adalah kucing lokal.

10. Sincan?

Crayon Sincan? Nohara Shinnosuke? Anda mungkin mengira nama tersebut adalah nama salah satu tokoh kartun Jepang yang cukup terkenal. Namun sincan di sini adalah singkatan dari singa-macan atau disebut juga lion-tiger (ligers). Selama beberapa dekade silam, para ilmuwan biologi kerap melakukan sejumlah perkawinan silang antarbinatang seperti sincan. Pada 2004, hewan tersebut ikut tampil menemani aktor Jon Heder dalam film berjudul Napoleon Dynamite. Selain sincan, terdapat beberapa hewan persilangan lain seperti persilangan paus pembunuh-lumba-lumba dan beruang grizzly-beruang kutub.
wkwkwkwkwkkkk...

mav jika posting ini Sedikit melenceng dari tema saya..
READ MORE - 10 Hewan Terunik di Dunia
SOTW © 2008 Template by:
SkinCorner